Monday , July 24 2017
Home / KIP Aceh / Timses Cagub Aceh Sepakat Jalankan Pilkada Damai
diskusi-haba-pilkada

Timses Cagub Aceh Sepakat Jalankan Pilkada Damai

Banda Aceh – Tim sukses (Timses) enam calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sepakat untuk menjalankan Pilkada damai di Aceh. Hal itu disampaikan dalam Diskusi Haba Pilkada Aceh 2017 bertajuk Timses dan Pilkada Damai pada Rabu, 04 Januari 2017, di Media Center KIP Aceh. Diskusi publik difasilitasi oleh The Aceh Institute (AI) dan KIP Aceh.

Hadir pada diskusi itu Komisioner KIP Aceh, Robby Syah Putra dan Fauziah. Dari timses hadir Sayuti M. Nur mewakili timses Tarmizi A. Karim-Machsalmina Ali, TM Zulfikar (Timses Zakaria Saman-T. Alaidinsyah) dan Munir Azis (timses Abdullah Puteh-Sayed Mustafa).

Selanjutnya Akhiruddin Mahyuddin (Timses Zaini Abdullah-Nasaruddin), Nurzahri (Timses Muzakkir Manaf-TA Khalid) dan Munawar Liza (Timses Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah). Selain itu hadir juga perwakilan dari LSM, akademisi, dan mahasiswa.

Robby Syah Putra mengatakan, dalam diskusi itu setiap perwakilan timses diberi kesempatan utnuk menyampaikan apapun terkait Pilkada damai, penggiringan opini, dan hal lainnya. “Saya berharap pemilu menjadi lebih baik. Mari menciptakan pemilu yang berintegritas,” ujarnya.

Sayuti menyampaikan, saat ini kekerasan mulai terjadi di Aceh. Meski belum masif, ia berharap seluruh stakeholder terus mengantisipasi potensi konflik jelang Pilkada. Menurutnya, Pilkada merupakan proses paling demokratis untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan diharapkan amanah.

Ia mengatakan, kalau Pilkada tidak damai dan aman, akan terjadi kontraksi antar elit politik yang itu juga akan diikuti oleh partisan. “Itu juga akan berdampak pada pembangunan.”

TM Zulfikar berharap Pilkada berlangsung damai. Hal mencapai hal itu, bisa dengan cara mengurangi tensi kriminalitas pada Pilkada. Pemerintah juga harus peka terhadap kebutuhan masyarakat sehingga hal itu tidak dimanfaatkan calon untuk kepentingan Pilkada.

Munir merasa pihaknya telah menjadi korban kampanye hitam melalui media sosial. Abdullah Puteh menurutnya telah diinformasikan secara negatif. Hal itu bertolak belakang dengan semangat Pilkada damai yang diusung. “Pilkada damai ini penting. Kita ingin suasana adem,” ujarnya.

Menurut Akhiruddin, pihaknya telah mengintruksikan kepada setiap pendukung untuk tidak melakukan kampanye hitam terhadap salah satu pasangan calon kepala daerah, sehingga kondisi bisa tetap damai. Selain itu, ia ingin Panwaslih Aceh melaksanakan tugasnya dengan baik. Dengan begitu, pelanggaran yang dilakukan terkait Pilkada bisa ditindak.

Sementara Nurzahri mengatakan, dalam setiap Pilkada selalu terjadi konflik. Tapi ia merasa Partai Aceh selalu menjadi korban karena menjadi sasaran tuduhan. “Bahkan ada beberapa kasus tidak ada hubungan dengan Pilkada, tapi kami dituduh,” ujarnya.

Nurzahri juga berharap, pendidikan Pilkada baik tentang hukum dan lainnya, juga diberikan kepada masyarakat di daerah konflik. Karena menurutnya, yang berkonflik bukan calon gubernur, tapi pendukung di daerah.

Bagi Munawar Liza, Pilkada damai, juga halal, sudah dicanangkan oleh Irwandi Yusuf, calon Gubernur Aceh. Ada 10 poin dalam Pilkada halal, diantaranya halal tanpa fitnah, tanpa intimidasi dan teror, tanpa pengrusakan, tanpa manipulasi suara, dan tanpa bersepakat curang bersama penyelenggara.

“Proses Pilkada kita sepakat untuk melakukan dengan damai dan tanpa kekerasan,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Muazzinah Yacob berlangsung tertib dalam suasana yang penuh keakraban. [Hadi | MC KIP Aceh]

About Media Center

"Melayani Rakyat menggunakan Hak Pilihnya".

Check Also

IMG_20170406_082750

Inilah para Juara Lomba Jurnalistik Pilkada Aceh 2017

Banda Aceh – KIP Aceh mengumumkan para peraih juara pada malam Anugerah Jurnalistik Pilkada Aceh, …