Home / Berita / Nasional / Silon Pemilu 2019, Salah Satu Cara Kerja Transparan KPU

Silon Pemilu 2019, Salah Satu Cara Kerja Transparan KPU

Jakarta | KPU –  Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam proses tahapan pencalonan Anggota DPR, DPD, dan DPRD pada Pemilu 2019 adalah salah satu cara kerja transparan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Sebelumnya bentuk transparansi KPU sudah dilakukan pada Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang digunakan KPU dalam proses pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019. Kemudian ada Sistem Informasi Daftar Pemilih (Sidalih) yang memungkinkan publik mengakses pemutakhiran data pemilih dan mengecek namanya apakah sudah terdaftar sebagai pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI Arief Budiman saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Silon pada Pemilu 2019 Gelombang III, Sabtu (2/6) di Jakarta.

“Kalau ingin publik berpartisipasi dalam pemilu, maka KPU juga harus jaga kepercayaan publik, semua terbuka untuk publik. Semua sistem informasi yang dibangun KPU adalah bagian dari memelihara kepercayaan publik kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu,” tutur Arief di depan peserta bimtek dari KPU kabupaten/kota.

Masyarakat saat ini tidak perlu lagi datang ke kantor KPU untuk mencari informasi terkait pemilu, jelas Arief. Melalui sistem-sistem informasi di website KPU, masyarakat dapat mengakses parpol peserta pemilu 2019, pemutakhiran data pemilih, calon-calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD yang akan dipilih pada Pemilu 2019 nanti, dan hasil pemilu.

“Melalui Silon ini nanti, masyarakat dapat mengakses calon-calon anggota DPR, DPD, dan DPRD, dari partai mana, ijazahnya apa, dan riwayatnya, sehingga masyarakat dapat informasi yang jelas akan calon-calon yang akan dipilihnya,” tambah Arief.

Arief juga menjelaskan, pada bagian akhirnya nanti ada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang digunakan KPU pada hari pemungutan suara. Situng ini tidak hanya akan menampilkan hasil akhir pemilu saja, tetapi menampilkan sejak awal proses penghitungan dan rekapitulasi hasil suara di TPS.

“Saat ini banyak negara kirim surat untuk belajar sistem informasi pemilu dari KPU. Bahkan saat KPU selenggarakan pertemuan penyelenggara pemilu se-Asia Pasifik, ternyata perwakilan dari Afrika dan Eropa juga datang. Itu semua karena kepercayaan dunia terhadap penyelenggaraan pemilu di Indonesia,” pungkas Arief. [KPU]