Tuesday , September 26 2017
Home / KIP Aceh / Cerita Malam Bertemankan KTP
Foto: FG
Foto: FG

Cerita Malam Bertemankan KTP

AULA Komisi Independen Pemilihan Aceh berubah fungsi. Pada hari biasanya, ruangan yang berada di lantai dua itu diisi meja dan kursi. Namun kini, ruangan itu dipenuhi tumpukan puluhan kardus dan container plastik.

Kardus dan container plastik itu berisi ratusan ribu lembar fotokopi KTP yang diserahkan oleh bakal calon perseorangan. Sejumlah meja kerja disusun rapi di beberapa bagian.

Tidak kurang dari empat meja panjang berada dalam ruangan itu. Di atas meja itulah berkas fotokopi KTP rakyat Aceh diperiksa jumlah dan persebaran wilayahnya oleh tim KIP Aceh.

Suasana ruangan riuh rendah. Puluhan tenaga dari tim KIP Aceh yang memeriksa fotokopi KTP saling bercengkrama menghilangkan suntuk. Sayup-sayup, terdengar alunan musik classic dari pengeras suara di belakang ruangan.

Tim ini bekerja siang-malam menghitung syarat dukungan pasangan calon. Mereka harus cepat, teliti, dan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Selama tahapan ini berlangsung, sudah menjadi kebiasaan bagi tim masuk pagi dan pulang dinihari .

“Sampai pukul 03.00 WIB dinihari terus kita lakukan, untuk menemukan bahwa data yang mereka serahkan itu benar adanya,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KIP Aceh, Junaidi Achmad, pada Senin, 8 Agustus 2016.

Kerja tim semakin memakan waktu ketika pasangan calon tidak rapi menyerahkan berkas syarat dukungan, sehingga tim KIP Aceh harus membongkar dan memeriksa berkali-kali. Kendati demikian, tim harus tetap memerika syarat dukungan karena itu kewajiban yang tertera dalam PKPU.

Delapan perempuan yang masuk dalam tim KIP Aceh duduk di salah satu meja persegi panjang. Mereka sibuk memeriksa syarat dukungan pasangan calon. Menghitung jumlah fotokopi KTP dan mencatat jumlahnya di lembaran yang sudah diberi format khusus.

“Ee, Gampong Teupin Batee berapa jumlahnya tadi?” tanya Dwi Oktavianti karena lupa jumlah fotokopi KTP dukungan warga di Gampong Teupin Batee, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Ia kemudian menghitung ulang jumlah KTP di gampong tersebut.

Tjut Arini Kusuma beberapa hari lalu harus menghitung jumlah syarat dukungan salah satu pasangan calon yang berkasnya tidak rapi, ada data yang kurang lengkap, ada data berulang-ulang, dan tidak dalam satu bundel.

“Jadi terpaksa kami bongkar lagi, periksa lagi,” kata Tjut. Ia sudah menghitung sejak tahapan ini dimulai pada Rabu, 3 Agustus 2016.

Perhitungan syarat dukungan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan baru pulang pukul 22.00 WIB. Sedangkan pegawai lelaki, baru pulang pukul 03.00 WIB.

Pasangan calon yang terakhir menyerahkan berkas syarat dukungan ialah Zaini Abdullah dan Nasaruddin dengan jumlah 201.150 lembar fotokopi KTP.

Sebelumnya, KIP Aceh menerima berkas dukungan 154.736 lembar KTP dari Zakaria Saman-Teuku Alaidinsyah dan sebanyak 188.459 lembar dukungan dari Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa Usab.

Ratusan ribu lembar dukungan itu akan diverifikasi administrasi lembar per lembar oleh tim. Tentu, ini membutuhkan waktu dan energi ekstra. [Hadi | MC KIP Aceh]

About Media Center

"Melayani Rakyat menggunakan Hak Pilihnya".

Check Also

IMG_6074 (Large)

Rapat Koordinasi Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran Logistik Pemilu Tahun 2019

Komisi Independen Pemilihan Aceh melakukan Rapat Koordinasi¬† Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran Logistik Pemilu Tahun 2019 …